Skip to main content

MAINAN KECIL





Hai para mainan kecil.. .
.
Wah.. kalian benar benar sangat terkenal ya dikalangan anak-anak... .
terutama usia 2 hingga 6 tahun.

Bentukmu,rupamu,dan ukuranmu,
begitu menarik perhatian mereka. .

Begitu mereka melihatmu..
mereka langsung mengeluarkan jurus paling ampuh dan mujarab yaitu,menangis. 
Orang dewasa mana yang tahan melihat jurus itu semakin menjadi dan semakin membeludak?

Dan pada akhirnya orang dewasa pun akan mengalah.

Begitulah orang dewasa,
harus serba mengalah apalagi kalau sudah berurusan yang namanya anak kecil yang rewel minta dibelikan mainan.

Terlepas dari itu, orang dewasa tidak akan marah. 
sebab itu membuatnya semakin ingin bekerja keras agar jurus ampuh itu tidak sering terjadi.

Sudah,
jangan terlalu menyalahkan diri,
karena itulah memang tugas kalian,
menyenangkan anak kecil.

Comments

Popular posts from this blog

DEMI MAIL, AKU RELA

Perkenalkan, Namaku Udin. Udin Simarudin. Umurku saat ini sudah berkepala enam, tapi semangat dan keceriaanku tak kalah dengan kaum muda berkepala dua. Aku tidak hidup seorang diri, ada anak semata wayangku satu-satunya yang menjadi alasan utama mengapa aku harus semangat dan ceria. Istriku, orang yang paling kucintai lebih memilih jalan kehidupan lain. Dia bilang, hidup bersamaku membuat kulit tidak terawat, tidak pernah pakai baju bagus, tidak pernah makan makanan bergizi, ditambah, dia tidak mau mengurus anak yang tiada habisnya. Jadi, istriku memutuskan pergi meninggalkan aku dan anakku, Mail yang masih berumur satu bulan. Bagaimana kabarnya saat ini? entahlah aku tidak tahu. Karena dia benar-benar pergi tanpa meninggalkan jejak setitikpun kepadaku. Sedih? sudah pasti. Rindu? apalagi. Tapi apa daya, lelaki miskin harta seperti aku tidak bisa menjanjikan apa-apa. Jadi, waktu itu, lebih baik aku mengalah dan menghargai keputusan yang dibuat oleh istriku. Setelah menyaksikan keper...

BUNGA MANIS

Hai, perkenalkan. Neneng, sahabatku (depan).   Bisa dibilang dia adalah bunga hidupku.  Setelah keluarga tentunya, dia adalah teman yang paling aku sayangi dan kulindungi. Aku tidak pernah menyangka akan sedekat ini dengan dia.  Awal pertama kali dikelas, dia sangat pendiam. Duduk di depan, belajar, dan selalu   memperhatikan dosen yang sedang mengajar. Pokoknya, dia rajin layaknya mahasiswa pintar dikelas.  Sedangkan aku, aku seperti biasa, berisik, cerewet, bercanda, pokoknya haha hihi adalah ciri khasku.  Aku tidak begitu ingat hari, dan jam kejadian itu, tetapi kalau kapan, aku sedikit ingat, yang jelas baru semester awal kami memasuki dunia perkuliahan yang meriah dan dipenuhi dengan kegembiraan. Saat itu, aku ke toilet sendiri. Setelah itu aku bercermin. Aku menanyakan pertanyaan ini kepada diriku sendiri. " itu orang ko diem banget sih, aneh. ngga ada ekspresinya sama sekali, gimana mau kenalan coba, orangnya diem kaya gitu"...